Berbagai Macam Pilihan Investasi, Pilih Salah Satunya

Jaman sekarang banyak pilihan investasi bisa kamu pilih, apalagi sudah jamannya yang online-online gitu. Beda dengan jaman dulu, pilihan investasi masih sedikit, jikalau ada yang menggunakan elektronik, masih sedikit orang yang bisa menggunakannya.

Ketika jaman sudah maju dan makin canggih, banyak pilihan investasi yang bisa dipilih bahkan ketika sedang duduk manis di rumah. Tinggal buka Smartphone, banyak pilihan investasi yang menawarkan beragam pilihan. Cocok bagi kaum Millenial yang melek internet.

Ada beberapa pilihan investasi yang populer saat ini dan bisa disesuaikan dengan keadaan isi dompet. Sebut saja Reksadana, saham, dan emas. Nah, kali ini yang akan dibahas adalah reksadana.

Reksadana adalah sebuah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat yang selanjutnya dana tersebut akan dikelola oleh Manajer Investasi kedalam pasar modal. Sistem reksa dana cukup sederhana, kita hanya menaruh sejumlah modal yang dipercayakan kepada profesional untuk diinvestasikan kembali. Kita yang menaruh dana ini nantinya akan disebut Investor. Modal yang disertakan di reksadana pun sangat terjangkau, mulai dari 10.000 Rupiah sudah bisa ikut reksadana.

Karena sistem ini, Anda tidak perlu pusing dan memikirkan saham atau obligasi apa yang harus Anda beli. Anda hanya perlu menentukan reksa dana apa yang ingin Anda beli. Selanjutnya, manajer investasi yang bersertifikasi dan profesional akan mengelola modal Anda, salah satu contoh Manajer Investasi yang profesional adalah MAMI atau Manulife Asset Management Indonesia.

Di Reksadana banyak pilihan untuk memulai investasi. Ada beberapa macam yaitu:

– Reksa Dana Pasar Uang
Reksa dana ini seluruhnya ditempatkan pada deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan obligasi. Reksa dana ini memiliki risiko relatif lebih rendah daripada reksa dana lainnya, namun potensi keuntungannya pun relatif rendah. Biasanya investor yang melakukan investasi di reksa dana ini memiliki jangka waktu investasi kurang dari 1 tahun.

– Reksa Dana Pendapatan Tetap
Reksa dana pendapatan tetap dananya dialokasikan ke obligasi minimal 80%. Potensi keuntungannya relatif lebih tinggi daripada reksa dana pasar uang. Biasanya investor yang melakukan investasi di reksa dana ini memiliki jangka waktu investasi 1-3 tahun.

– Reksadana Campuran
Sesuai namanya, reksa dana campuran mengalokasikan dananya di berbagai instrumen keuangan, seperti deposito, obligasi, dan saham. Karena dapat berinvestasi saham, reksa dana campuran lebih berisiko. Akan tetapi, potensi keuntungannya relatif lebih tinggi daripada reksa dana pendapatan tetap. Biasanya investor yang melakukan investasi di reksa dana ini memiliki jangka waktu investasi 3-5 tahun.

– Reksadana Saham
Reksa dana saham menempatkan dananya minimal 80% ke intrumen pasar modal atau saham. Potensi keuntungan reksa dana saham adalah yang paling besar diantara reksa dana lainnya. Namun demikian, risikonya juga paling besar. Biasanya investor yang melakukan investasi di reksa dana ini memiliki jangka waktu investasi lebih dari 5 tahun.

– Reksadana terproteksi
Reksadana terproteksi hampir sama dengan reksadana pendapatan tetap, di mana dana yang ada ditempatkan dalam instrumen obligasi yang memberikan perlindungan atas nilai investasi pada saat jatuh temponya. Layaknya namanya, reksadana ini memiliki tingkat perlindungan sebesar 100% pada pokok nilai investasinya jika Anda akan mencairkan dana sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati.

 

Memilih Reksadana Campuran sebagai pilihan awal dalam berinvestasi

Diantara kelima jenis reksadana ini, reksadana campuran memiliki kelebihan tersendiri, karena investasi tersebar di berbagai macam efek, antara lain saham, obligasi, dan pasar uang (deposito).

Artinya, kalau kita melakukan investasi reksa dana campuran, pemasukan kita akan terdiri atas hasil pengelolaan dana di berbagai macam instrumen itu. Namun instrumen tersebut juga punya wadah sendiri-sendiri di bidang investasi reksa dana. Misalnya reksa dana saham yang khusus mengalokasikan dana investasi di pasar saham.

Reksadana campuran sering direkomendasikan buat mereka yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu menengah hingga panjang (3 hingga di atas 5 tahun). Jenis reksadana ini menjadi favorit terutama bagi masyarakat yang baru mulai berinvestasi. Soalnya risikonya gak tinggi-tinggi amat, tapi return atau imbal hasilnya cukup menjanjikan alias bersifat moderat.

Selain itu reksadana campuran lebih aman sebab aturan investasinya lebih fleksibel. Jadi, kalau porsi di pasar saham lagi lesu, maka investasinya bisa difokuskan di obligasi atau pasar uang. Lalu ketika pasar saham naik, maka porsi investasinya bisa ditingkatkan.

Namun, manajer investasi tidak bisa langsung memindahkan seluruh investasi ke pasar saham. Tidak semudah itu, Ferguso. Sebab porsi investasi di reksa dana campuran harus terbagi-bagi ke saham, obligasi, dan pasar uang. Porsi masing-masing instrumen itu maksimal 79 persen dari nilai aktiva bersih atau nilai dana yang kita investasikan dalam portofolio reksa dana campuran tersebut.

Dengan demikian, maka risiko investasi kita tersebar. Saat satu porsi instrumen menghasilkan kerugian, porsi lain bisa saja memberikan keuntungan yang besar. Itu juga berarti pemasukan dari jenis investasi ini tak tetap, bergantung pada porsi instrumen yang dipilih manajer investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.