Berkenalan dengan reksadana

Jika berbicara soal investasi pasti terbayang kalimat penolakan seperti: “investasi itu butuh modal yang besar, sedangkan saya harus mencukup kebutuhan sehari-hari.” atau seperti ini “investasi itu lama, mending duitnya dibeliin hp terbaru…”

Padahal, investasi yang dilakukan sedini mungkin sangat penting untuk kehidupan yang lebih mudah di masa yang akan datang. Salah satu contohnya adalah pendidikan yang merupakan bentuk investasi paling penting dan terbesar dalam hidup kita.

Memang, tidak ada salahnya dengan tanggapan negatif diatas. Namun, pemikiran diatas jika diteruskan maka akan membuat kita tidak akan berkembang. Tentu saja jika kita langsung berinvestasi dengan modal besar tanpa pengetahuan yang cukup, apalagi itu investasi bodong yang memberikan embel-embel low risk high return, itu akan sangat amat merugikan. Mulai saat ini, marilah berinvestasi dengan modal yang bisa dijangkau.

Di luar sana, banyak sekali bentuk-bentuk investasi. Dimulai dari bentuk yang sangat umum yaitu tabungan. Akan tetapi, ternyata tabungan saja tidaklah cukup. Dengan Inflasi di Indonesia yang cukup tinggi, maka dengan menabung nilai yang dihasilkan pada masa depan akan jauh berkurang.

Demikian juga dengan halnya investasi emas. Investasi emas nilai uang tidak akan terkena imbas inflasi, sehingga nilai uang investasi emas akan sama dengan nilai uang investasi emas di masa yang akan datang.

Perlu diketahui bahwa masih ada jenis investasi lain yang relatif aman, berpotensi memberikan keuntungan menarik, dan dapat dilakukan dengan modal mininum. Yaitu Reksadana.

Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana.

Mengenal Reksadana.

Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang atau yang lainnya. Reksa dana merupakan instrumen investasi yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, serta manajer investasi yang mengelolanya juga terdaftar dan diawasi oleh OJK. Secara awamnya, Reksadana itu seperti arisan, namun lebih kompleks. Nah, orang yang jadi pengumpul uang arisan itu yang diibaratkan sebagai Manajer Investasi.

Terus, apa itu Manajer Investasi?

Bagi orang awam (apalagi saya) Manajer Investasi sering dikira adalah orang, padahal bukan. Tepatnya sebuah perusahaan. Manajer Investasi adalah suatu perusahaan yang berfungsi untuk mengelola berbagai jenis investasi yang ada. Biasanya, badan usaha ini memiliki nama seperti Investment Management, Asset Management, Manajemen Investasi, dan lain-lain. Salah satunya adalah Manulife Asset Management Indonesia atau bisa disingkat dengan MAMI. Manajer Investasi inilah yang nanti mengelola investasi reksadana pada pasar uang, saham atau surat utang. Mereka juga yang menentukan komposisi saham apa yang dibeli.

Sebelum membeli reksadana, ada baiknya kita mengenal dulu jenis-jenis reksadana:

Reksa Dana Pasar Uang
Reksa Dana yang hanya melakukan investasi pada instrumen pasar uang dalam negeri dan/atau Efek bersifat utang yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan/atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 (satu) tahun. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi jangka pendek (<1 tahun) dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko sangat konservatif.

Reksa Dana Terproteksi
Reksa Dana dengan mekanisme proteksi 100% pada nilai investasi awal apabila investasi dipertahankan sampai tanggal jatuh tempo dan tidak berlaku apabila dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu 1 – 3 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko konservatif.

Reksa Dana Pendapatan Tetap
Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% (delapan puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk Efek bersifat utang. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu 1 – 3 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko konservatif.

Reksa Dana Campuran
Reksa Dana Campuran adalah Reksa Dana yang melakukan investasi pada Efek bersifat ekuitas, Efek bersifat utang, dan/atau instrumen pasar uang dalam negeri yang masing-masing paling banyak 79% (tujuh puluh sembilan persen) dari Nilai Aktiva Bersih, dimana dalam portofolio Reksa Dana tersebut wajib terdapat Efek bersifat ekuitas dan Efek bersifat utang. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu 3 – 5 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko moderat.

Reksa Dana Saham
Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% (delapan puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk Efek bersifat ekuitas. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu >5 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko agresif.

Setiap jenis reksadana, pasti ada resiko-resiko yang harus diterima, mengingat reksadana ini high return, high risk dan low return, low risk. Berikut grafiknya:

Jika sudah mengetahui jenis reksadana apa yang akan dibeli, maka selanjutnya adalah mencari tahu tentang manajer investasinya. Apakah manajer investasi ini sudah teruji, profesional dan kompeten? apakah teruji pada saat krisis? Banyak pilihan Manajer Investasi yang kredibel dan kompeten dan teruji hingga saat ini. Pilihan bisa saja lebih dari satu.

Setelah menentukan Manajer Investasi yang cocok, perlu diketahui bahwa jangan lupa untuk membaca prospektus produk reksadana. Prospektus adalah laporan tahunan perusahaan yang memberikan gambaran mengenai saham yang ditawarkan kepada publik. Dari prospektus inilah calon investor bisa mengetahui kinerja produk reksadana tersebut. Prospektus ini bisa didapatkan di situs-situs manajer investasi. Di klikmami.com, kita bisa mendapatkan di halaman ini.

Terakhir, jika ingin berinvestasi di reksadana, lakukanlah diversifikasi. Beli produk reksadana di manajer investasi yang berbeda, agar tidak terlalu menyesal ketika nilai menjadi turun di satu produk reksadana.

4 comments

  1. PotretBikers says:

    mANTEB bererrr, mengajarkan yang muda seperti kita untuk lebih be carefull soal keuangan 😉

  2. bunda sugi says:

    baru tahu tentang reksadana investasi. dan ternyata banyak pilihan

  3. triana dewi says:

    Matur suwun ilmunyaaa.. lengkap buangettt..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *