Cara Melihat Gerhana Matahari.

Gerhana matahari merupakan salah satu fenomena alam yang luar biasa. Luar biasa ini dalam arti bisa membuat orang yang melihatnya menjadi takut ataupun takjub. Kata mbah Wiki, Gerhana Matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari.

Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Saya sendiri tahu akan ada gerhana matahari dari linimassa akun astronomi, yang mengatakan bahwa akan gerhana di tahun 2016 ini. Saya langsung mengingat-ingat tentang gerhana matahari yang pernah saya lihat. Saya ingat-ingat lagi, malah kepikiran film gerhana, yang ada menampilkan mas-mas ganteng, mbak-mbak cantik dan satu mbak-mbak yang cerewetnya minta ampun dengan kata kunci “pusiiiiiiiinnggg…” (oke, ini bisa di abaikan)

Setelah konsultasi ke mbah gugel, saya baru ingat bahwa saya pernah melihat gerhana matahari tahun 1995, itu kalo gak salah ya masih TK. Saya dikasih tau sama bapak kalo itu namanya gerhana. Gerhana ada dua, ada gerhana matahari sama gerhana bulan. Kalau gerhana matahari itu ada gerhana matahari cincin, gerhana matahari sebagian hingga gerhana matahari total. Selain itu, kata bapak saya, sebagai umat Islam, kita disunnahkan untuk Shalat Gerhana. Hadis yang mendasari dilakukannya salat gerhana ialah:

“Telah terjadi gerhana Matahari pada hari wafatnya Ibrahim putra Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Berkatalah manusia: Telah terjadi gerhana Matahari karana wafatnya Ibrahim. Maka bersabdalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam “Bahwasanya Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Allah mempertakutkan hamba-hambaNya dengan keduanya. Matahari gerhana, bukanlah kerana matinya seseorang atau lahirnya. Maka apabila kamu melihat yang demikian, maka hendaklah kamu salat dan berdoa sehingga selesai gerhana.” (HR. Bukhari & Muslim).

Ketika gerhana mulai, saya diajak bapak untuk mengambil air yang ditaruh di ember. Kata beliau, ini salah satu cara untuk melihat gerhana matahari agar mata tidak buta. Lah, kok bisa buta? karena gerhana matahari menyilaukan layaknya harta soalnya mata terlalu banyak menerima cahaya matahari yang berlebihan, sehingga bisa menyebabkan retina mata menjadi rusak. Tak kira mata bisa buta soalnya matahari ngasih diskon besar uoposeh

Baidewei, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melihat gerhana matahari yang berguna untuk melindungi mata kita dari cahaya cinta yang perlahan menyilaukan matahari. Pertama, bisa menggunakan proyeksi lubang jarum. Anak gaul hits fotografi lubang jarum pasti tau kamera lubang jarum. Proyeksi lubang jarum bisa dibuat dengan bahan yang ada di rumah, yaitu kertas karton tebal, kertas HVS, jarum dan gunting atau cutter. Tentu saja, dengan lubang jarum kayak gini ada kekurangannya. Proyeksi yang dihasilkan tentu saja kecil jika dilihat dengan kacamata matahari, namun jika ingin membuat yang murah meriah bisa menggunakan cara ini.

Selain itu ada juga dengan menggunakan kacamata berfilter matahari atau bahasa inggrisnya itu sunglasses (yaiyalah..). Filter tersebut mampu meredam hingga 100 ribu kali cahaya Matahari sehingga pengamatan lebih aman. Bisa juga pake teleskop, tapi jangan lupa dipasang filter untuk melindung mata dari cahaya matahari yang terlalu banyak.

Sedangkan untuk cara yang saya gunakan di atas, yaitu dengan menggunakan ember/baskom berisi air ternyata salah. Lha, kok bisa salah sih?menurut info yang saya dapatkan dari situs astronomi, karena menggunakan baskom/ember yang berisi air tidak banyak mengurangi intensitas sinar Matahari. Ini adalah cara yang keliru untuk mengamati gerhana Matahari secara aman. Meskipun air hanya memantulkan 5% cahaya Matahari, pantulan yang dihasilkan masih sangat terang dan pada akhirnya akan tetap dapat menyebabkan kebutaan.

4 comments

  1. evrinasp says:

    selamat ya sudah menjadi salah satu laskar gerhana detikcom

  2. CIYEEEEEEEEEEEEE MENANG~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *