Cerutu Bin Cigar – Cerutu Lokal, Rasa Global

Kabupaten Jember tak bisa jauh-jauh dari yang namanya tembakau (atau warga lokal menyebutnya bhako). Jaman dulu ketika masih dijajah oleh Belanda, Kota Jember pun menjadi pilihan untuk mengembangkan komoditi tembakau selain kota Deli dan Klaten. Pasalnya, suhu yang dingin dan terletak di dataran tinggi menjadi kunci dalam menanam tembakau. Tak hanya itu, tembakau juga dijadikan lambang Kota Jember.

logo Kabupaten Jember

Pada logo Kab. Jember, daun tembakau melambangkan bahwa Kabupaten Jember selain dikenal sebagai gudang pangan, juga dikenal sebagai daerah penghasil komoditas tembakau yang cukup terkenal dan menghasilkan devisa cukup besar bagi negara disamping komoditi perkebunan lainnya.

Kab. Jember menjadi salah satu penghasil tembakau di Indonesia, selain Deli dan Klaten. Ada dua jenis tembakau yang dikenal berdasarkan masa tanam di Indonesia, yakni tembakau Voor-ogst atau tembakau yang ditanam ketika musim penghujan masuk musim kemarau kemudian dipanen ketika musim kemarau dan tembakau Na-ogst atau tembakau yang ditanam di musim hujan menjelang kemarau kemudian dipanen di musim hujan. Beda penggunaannya adalah tembakau jenis pertama biasanya digunakan untuk produksi rokok, sedangkan tembakau jenis kedua yang digunakan untuk produksi cerutu.

Nama Boss Image lahir dari celetukan beberapa anak kecil dalam bahasa Madura saat melihat Kahar mengisap cerutu. “Puh, mak engak bos,” begitu kelakar mereka. Itu ungkapan yang kalau diartikan menjadi: “Kok seperti bos (mengisap cerutu segala).”

Pabrik cerutu Bin Cigar, Cerutu Lokal

Bin Cigar adalah produsen cerutu di Kab. Jember yang menghasilkan cerutu untuk pasar internasional dan juga pasar lokal. Didirikan oleh Abdul Kahar Muzakir, seorang ahli tembakau dan mantan direktur PTPN XVII. Perusahaan yang berlokasi di Jl. Brawijaya No. 5, Kecamatan Jubung, Kab. Jember ini memiliki lahan tembakau sendiri jadi kualitas cerutu yang dihasilkan juga tidak diragukan lagi.

Tembakau yang ditanam oleh Bin Cigar merupakan tembakau varietas yang spesifik yaitu berasal dari negara Cuba yang telah teraklimatisasi di Indonesia selama 20 tahun sehingga menyamai taste aslinya. Tentu kita tahu bahwa Cuba adalah penghasil cerutu terbaik di dunia yang terkenal dengan cerutu Cohiba, cerutu kesukaan Fidel Castro.

Saat berkunjung ke Bin Cigar Factory, terlihat beberapa pekerja yang sedang menggulung tembakau yang akan menjadi cerutu nantinya. Ada beberapa proses dalam membuat cerutu. Tentu saja proses ini memakan waktu karena masih manual untuk menjaga kualitas cerutu itu sendiri. Kurang lebih ada 10-15 pekerja yang bertugas di bagian masing-masing. Ada beberapa bagian di Bin Cigar, yang pertama ada Departemen Filling. Departemen ini bertugas untuk memilah daun tembakau berdasarkan warna daun dan juga membuang tulang daun agar daun tembakau bisa digulung. Selanjutnya daun yang telah dipilih dibawa ke bagian Binder untuk digulung kemudian diberi lem tapioka untuk kemudian dipress di kotak pressing.

Proses pembuatan cerutu di Bin Cigar Factory, Jember

Setelah digulung, cerutu itu kemudian ditaruh di kotak pressing supaya lebih padat. setelah itu cerutu dibawa ke bagian wrapping untuk dibungkus kembali dengan daun tembakau berwarna coklat. Setelah mulai terlihat bentuk cerutu, kemudian dibawa ke bagian drying yang berada tak jauh disebelah bagian filling. Fungsinya adalah untuk mengeringkan cerutu yang masih basah. Proses ini memakan waktu antara 3-7 hari tergantung ukuran cerutu.

Proses binder cerutu sebelum pressing

 

Bin Cigar Factory memiliki banyak produk cerutu, ada yang berkualitas standar juga ada kualitas premium. Harganya pun beragam untuk tiap kualitas baik itu standar maupun premium. Harganya bisa mencapai 4.5 Juta untuk dalam kemasan wooden box berisi 20 batang cerutu dan juga disertakan cutter cerutu. Kemasan ini juga bisa dituliskan nama pemilik atau nama yang dituju jika hendak diberikan sebagai gift kepada kolega maupun relasi. Namun pada umumnya Bin Cigar menyediakan dalam dua kemasan, yaitu kemasan Kotak kayu (Wooden Box) dan kemasan kotak kertas (Paper Box).

Contoh cerutu dalam wooden box
Kemasan paper box cerutu produksi Bin Cigar

Produksi cerutu Bin Cigar tergantung permintaan dari konsumen. Namun dalam websitenya, Bin Cigar menuliskan mampu memproduksi sebanyak puluhan ribu batabg cerutu setiap bulannya. Berikut daftar produksi sesuai yang dituliskan di web resmi Bin Cigar :

– ROBUSTO 10.000 Batang/month.
– CORONA 10.000 Batang/month.
– HALF CORONA 10.000 Batang/month.
– La Nina 20.000 Batang/month.
– El Nino 20.000 Batang/month.
– Moon Light 20.000 Batang/month.

Jika terjadi lonjakan permintaan, Bin Cigar mempercepat produksi dengan menambah pekerja harian dari warga sekitar. Lonjakan ini terjadi karena banyaknya permintaan dari lokal dan luar negeri. Untuk pasar lokal ada di kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya. Untuk pasar luar negeri, Bin Cigar biasa mengekspor ke Cina, Jepang, Turki, Polandia, Moldova, Malaysia, Amerika dan Siprus.

6 Replies to “Cerutu Bin Cigar – Cerutu Lokal, Rasa Global”

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.