cieeeee..jadi blogger

Sudah seringkali saya ditanya, “mas dito, alamat blognya apa mas?” karena saya gak punya blog, yasudah saya jawab, “wah, saya gak punya blog, hehehe..” terus saya ditinggal gitu aja.

Padahal, saya udah sering ikutan acara yang berbau tentang blog, dari yang jadi peserta, hingga yang menjadi pembicara tentang blog. Kan aneh, orang yang gak punya blog, tapi ngasih materi tentang blog. Itu sama kayak jomblo ngasih wejangan ke pasangan yang lagi berantem, harus gini, harus gitu, musti gini, musti gitu padahal dia sendiri gak punya pasangan, minta ditawur orang sekampung memang. Awal saya mulai ngeblog, ketika saya bergabung dengan komunitas Save Street Child Surabaya. Awal-awal dulu saya menjadi admin sosial media dan blog. Disitu saya mulai belajar ngeblog, bagaimana cara menulis, share tulisan, hingga mengedit tulisan. Ya, tapi sampe sekarang pun tetep gak bisa nulis.

Kembali keatas, kalau menjadi peserta acara tentang blog sih, udah sering ya, jangan ditanya. Saya mendapatkan teman-teman sekarang ini juga dari acara gitu itu. Nah, kalau yang ngasih materi tentang blog padahal, pas itu satu blog pun gak punya pada saat roadshow Ahmad Wahib Award, salah satu sayembara untuk pemikiran tentang kemajemukan di Indonesia. Saya waktu itu bersama dua orang narasumber lainnya yang mengisi materi lain, Sebut saja Zen RS yang mengisi materi tentang menulis esai. Pada saat itu, saya gak kenal sama sekali dengan mas Zen RS ini, sempet kenalan, berjabat tangan dan masih gak ngeh kalau itu mas Zen RS yang juga dikenal sebagai Bapak Socrates Indonesia, luar biasa kan? pas baca tulisannya, duh gak ada apa-apanya saya ini. Ibarat anak kampus yang baru masuk ketemu sama senior ketua BEM, tapi duduk sejajar di kursi rapat. Di sesi perkenalan, saya ditanya, “jika menjadi peserta, mas Dito mau ikut kelas yang mana?” ya saya jawab jujur, “ikut kelasnya mas Zen, hehehe. Gak bisa nulis soalnya”. Yang kedua ada mbak Ucu Agustin, seorang penulis penulis lagi dan pembuat film dokumenter (tentang mbak Ucu agustin, bisa dilihat di mbah wiki). Di Coaching Ahmad Wahib Award ini, mbak Ucu memberikan materi tentang pembuatan video, dari tekniknya hingga pengembangannya ini kok malah cerita acara tahun kemaren.

Lain lagi ketika saya memang harus membuat blog dan menulis tentang acara yang saya hadiri. Pas itu mendapat email untuk bertemu dengan ahensi yang akan mengadakan acara di kota Mojokerto. Ketika itu saya mengajak manteman saya si Upit, tante Nhaz dan Dior. Ternyata juga ada teman-teman lain yang diundang. Setelah berbicara panjang x lebar x tinggi, akhirnya si Dior gak bisa ikutan, karena harus menjadi juri di sebuah perlombaan. Kenapa akhirnya saya ikutan? karena dibayar. Cukup buat servis motor full. Oh iya, pas itu belum kenal dengan istilah “Blogger Amplop” lha wong nulis aja barusan. Tulisan tentang acara di Mojokerto tadi bisa dibaca di blog ini juga.

Bagi saya, menulis blog itu gak gampang, butuh sedikit (banyak juga boleh) pemikiran dalam menulis sebuah artikel atau esai yang bisa menginspirasi pembaca. Kenapa bagi saya gak gampang? karena saya ini orangnya lebih suka langsung mempraktekkan ketimbang ngasih teori, mungkin karena saya ini anak STM ya.

                  *******

Selepas acara Bloggercamp kemarin, saya “mulai” sedikit bersemangat untuk kembali ngeblog. Saya berpikir bahwa, mungkin tulisan saya ini tidak penting-penting amat untuk dibaca, apalagi diamalkan. Tetapi, bisa menjadi catatan sejarah bagi saya bahwa saya pernah menjadi bagian dari sejarah tersebut.

16 comments

  1. Cie says:

    Aku bikin ringkasan ya,

    Jadi blogger karena duit?

  2. Zazuli says:

    Ciee.. Jadi Blogger.. . Ciee.

    Semoga ga angin-anginan ya mas dito

  3. Rinaldy says:

    Kapan mau ngajarin ngeblog om ?
    Biar teKO MUNI entuk TAS …

  4. whizisme says:

    Anak STM Ngeblog inih keren lho…
    Owsom Dit!

  5. Sayangilah “nyubi”.. :)) – ..,

  6. awesome 🙂 suka baca tulisannya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *