Diskusi santai antara aku, blogger dan indihome

Pada dasarnya saya ini orangnya santai, mau ngapain aja juga santai, sesantai diskusi antara saya, blogger, para aktivis media sosial serta Indihome. Sebenernya bukan diskusi sih ya, lebih tepatnya itu ngobrol asik, karena suasananya yang terbilang santai itu tadi. Yang lain pada ngobrol seru, saya seru-seruan sendiri sama makanan (dikeplak).

Diskusi yang berawal dari keresahan para pelanggan indihome karena adanya isu tentang FUP. Sekedar info, FUP adalah kependekan dari Fair Usage Policy atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti Kebijakan Penggunaan Wajar yang mana sederhananya FUP adalah “batas pemakaian wajar” dengan jangka waktu pemakaian tertentu dengan tujuan untuk memastikan seluruh pelanggan mendapatkan kenyamanan akses internet, katanya. Selain FUP, juga ada berbagai macam keluhan di dunia maya tentang pelayanan. Karena alasan itulah, akhirnya pihak indihome mengajak para blogger dan aktivis sosial media ini untuk mengadakan diskusi asik, santai nan seru. Sayang ya gak ngajak mz Tere Liye.

Ngobrol Asik bareng Blogger dan Indihome. (foto oleh: Mas Arif Khunaifi)

Diskusi bareng indihome akhirnya diadakan pada hari sabtu kemarin (20/2) di cafe Matchbox Too, Surabaya. Diundang juga para blogger dan aktivis sosial media untuk juga ikutan diskusi biar tambah seru. Acara dimulai pukul 14.00 WIB, tapi seperti biasa, karena masih masuk jam makan siang, para peserta dipersilahkan untuk mengambil makan siang terlebih dahulu yang telah disediakan. Setelah cukup makannya (kecuali saya) acara dimulai kembali. Dibuka oleh mas-mas MC yang saya lupa namanya, diawali dengan game berhadiah, ada flashdisk dan juga gudibeg.

Seiring waktu berjalan, banyak pertanyaan yang terlontar kepada pihak indihome selaku penyelenggara. Dari yang curhat soal bayarnya yang kadang naik, kadang turun, kecepatan tiba-tiba turun drastis hingga kenapa modem bawaan dari indihome (atau speedy sebelumnya) cepat sekali panas. Saya sih pengennya kasih jawaban gini, “coba modemnya dikasih obat penurun panas, mas. siapa tau bisa..” tapi takut dikeplak berjamaah.

Pihak indihome dengan narasumber yang cukup kompeten di bidangnya yaitu ada Bu Ivone, Pak Walad dan juga Mas Yakrie (yang nama aslinya pun saya tak tahu) menjawab berbagai pertanyaan, keluhan dan curhatan dari para peserta dengan baik dan santai. Selain itu saran juga ditampung karena mereka juga menginginkan indihome untuk bisa lebih baik lagi kedepannya, semoga.

Seiring berjalannya waktu, karena memang juga terbatas waktunya, acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng foto-foto bareng peserta dan juga pihak indihome

coba cari foto saya, di sebelah mana hayo?

Foto Bareng. (foto oleh: Mas Arif Khunaifi)

Semoga diskusi ini bisa berlanjut kedepannya. Selain bisa menjaring aspirasi (kayak anggota DPR aja ya) dari para pelanggan, juga bisa menjadikan indihome semakin baik kedepannya hingga masuk ke pelosok-pelosok daerah dan mampu memajukan daerah-daerah lainnya dari dunia maya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *