Eco Driving dan pentingnya berhemat bahan bakar

Dewasa ini banyak sekali alternatif yang diberikan untuk mendukung kampanye hijau, dimana kampanye tersebut mengupayakan penghematan energi demi masa depan bumi lebih baik. Dari segi kendaraan, saat ini telah banyak melahirkan kendaraan-kendaraan yang telah dilengkapi teknologi yang canggih demi mewujudkan hemat energi tadi, salah satunya adalah teknologi eco drive.

Eco drive adalah salah satu fitur pada perangkat yang terdapat didalam mobil yang berguna untuk memberikan indikasi terhadap perilaku berkendara sehingga lebih efisien dan maksimal. Sedangkan Eco Driving merupakan budaya mengemudi baru dengan dukungan penggunaan teknologi canggih pada kendaraan untuk meningkatkan keselamatan di jalan. Memang, Selain teknologi eco yang diterapkan pada kendaraan, pengendara juga memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap penggunaan teknologi eco itu sendiri. Efeknya pada kendaraan selain emisi yang dikeluarkan berkurang karena pembakaran terjadi sempurna pada mesin, juga bisa menghemat bahan bakar.

Menurut mobil123.com, Portal Otomotif No.1 saat melaksanakan gathering bersama blogger dan media di Buro Cafe, Surabaya menjelaskan bahwa populasi kendaraan bermotor di dunia sampai tahun 2010, ada lebih dari 1 milyar kendaraan bermotor di seluruh dunia, tidak termasuk kendaraan off-road dan kendaraan berat. Kepemilikan kendaraan per kapita global adalah 148 kendaraan beroperasi tiap 1000 orang*. Bayangkan dengan kendaraan bermotor sebanyak itu, sudah berapa banyak polusi yang dihasilkan. Maka dari itu, kampanye tentang budaya eco driving mulai digencarkan.

Eco Driving sendiri merupakan bagian dari Smart Driving, yaitu cara mengemudi dengan aman dan nyaman, namun hemat energi dan ramah lingkungan. Smart Driving sendiri terdiri dari safety driving (keselamatan dalam berkendara), defensive driving (pengambilan keputusan yang tepat saat berkendara), Responsible driving (berkendara dengan penuh tanggung jawab), dan eco driving (berkendara hemat dan ramah lingkungan).

Eco driving berkontribusi terhadap program pelestarian lingkungan. Salah satu penyumbang pemanasan global adalah penyerapan gas CO2 (efek rumah kaca). Sektor transportasi menempati posisi ke-2 penyumbang emisi karbon terbesar. Selain itu, eco driving juga memiliki manfaat, seperti:

  1. Hemat Bahan Bakar. Menjaga kecepatan kendaraan secara konstan adalah salah satu cara untuk menghemat pemakaian bahan bakar dan metode tersebut salah satu syarat pada saat mengaplikasikan Eco Drive.
  2. Aman. Resiko terjadi kecelakaan fatal lebih kecil pada saat berkendara karena pada prinsipnya berkendara Eco Drive mempertahankan kecepatan kendaraan tidak lebih dari 100 km/jam dan selalu dalam posisi jarak aman.
  3. Mesin Lebih Awet. Karena Eco Drive mensyaratkan putaran mesin berkisar antara 2000 – 2500 rpm sehingga kerja mesin tidak terlalu berat.
  4. Ramah Lingkungan. Putaran mesin 2000 – 2500 rpm adalah putaran yang ideal untuk sebuah mesin kendaraan karena pada putaran tersebut campuran udara dan bahan bakar akan menghasilkan pembakaran yang sempurna sehingga menurunkan emisi gas buang.
  5. Tidak Mudah Lelah. Eco Drive dituntut berkendara tidak agresif atau kebut-kebutan melainkan santai dan rileks sehingga tidak banyak tenaga yang dikeluarkan pengemudi.

Eco driving pada dasarnya mudah dan harus dipelajari. Karena akan memiliki dampak pada perilaku pengemudi atas keselamatan diri sendiri, penumpang dan orang lain serta bisa menghemat bahan bakar tanpa menambah waktu perjalanan. Berikut kiat-kiat yang bisa ditempuh untuk melakukan eco driving:

  1. Lakukanlah perawatan kendaraan secara rutin untuk memeriksa dan menyetel kondisi mesin.
  2. Hindari memanaskan mesin terlalu lama sebelum berkendara. Selama mesin bekerja maka bahan bakar tetap terkirim, sehingga banyak BBM yang terbuang sia-sia.
  3. Pertahankan kecepatan kendaraan sedapat mungkin sekitar 70 ~ 80 km/jam.
    Hindari kecepatan tinggi yang tidak perlu semakin tinggi kecepatan sebanding dengan tingginya putaran mesin sehingga bahan bakar minyak yang harus dikirimpun semakin besar.
  4. Sesuaikan gigi percepatan dengan kecepatan kendaraan, gunakan gigi rendah untuk menjalankan kendaraan pertama kali. Contoh:
    • Gigi 1 Kecepatan 0-15 km/jam
    • Gigi 2 Kecepatan 15-35 km/jam
    • Gigi 3 Kecepatan 35-50 km/jam
    • Gigi 4 Kecepatan 50-70 km/jam
    • Gigi 5 Kecepatan 70 ~ km/jam
  5. Lakukan akselerasi/penekanan pedal gas secara perlahan (bertahap), jangan melakukan secara tiba-tiba karena dapat mengakibatkan terjadinya penambahan bahan bakar secara berlebihan.
    Hindari muatan yang berlebihan. Untuk membawa beban yang besar dibutuhkan tenaga yang besar yang berarti bahan bakar yang seimbang.
  6. Matikan mesin saat kendaraan berhenti dalam waktu lama (parkir).
  7. Aktifkan penyejuk udara (AC) dengan temperatur yang tidak terlalu rendah. Hal ini akan membuat kerja kompresor tidak terlalu lama (atau matikan bila perlu).
  8. Jangan meletakkan kaki kiri pada pedal kopling saat berkendara atau berkendara dengan setengah kopling. Ini akan mengakibatkan tenaga mesin tidak sepenuhnya tersalurkan untuk menggerakkan kendaraan.
  9. Gunakan bahan bakar sesuai nilai oktan yang disarankan oleh produsen. Nilai oktan bahan bakar akan menentukan pembakaran yang sempurna, sehingga sangat berpengaruh terhadap tenaga yang dihasilkan oleh mesin. Jangan sering-sering ngoplos bahan bakar, karena bisa merusak mesin kendaraan dalam jangka panjang. Sebaiknya konsisten menggunakan bahan bakar yang sesuai kebutuhan mesin kendaraan. 
  10. Gunakan ban dengan kembang dan tekanan angin yang tepat. Kadang kita tidak mau susah untuk mengetahui tekanan ban kendaraan kita. Tapi sekarang sudah ada penutup pentil ban yang mampu mengukur berapa tekanan ban dan terhubung secara wireless dengan aplikasi di smartphone kita. Memang sih, harganya masih mahal…hehehe :p

Pada dasarnya eco driving merupakan kegiatan sehari-hari jika sedang berkendara, namun jarang kita perhatikan. Semoga dengan sedikit tulisan saya, bisa membantu manteman dalam berkendara yang aman, nyaman, dan hemat energi.

Saya dibelakang sendiri, yang tangannya paling tinggi ngangkatnya.

Saya dibelakang sendiri, yang tangannya paling tinggi ngangkatnya.

*sumber: http://www.oica.net/category/production-statistics/2010-statistics/

7 comments

  1. @kakdidik13 says:

    Seru ya, sukses dech & informasinya begitu menarik tentang Eco Driving #asyik

  2. Saya punya foto lengkap – full seluruh wajah.. kelihatan lhooo :))

    Saliim bapak komunitas ^.^

  3. Ani Berta says:

    Kalau saja semua pengendara paham Eco driving, gak akan ada yang koar2 boros BBM.
    Perilaku berkendara juga ternyata sangat memengaruhi 🙂

  4. artikel nya sangat bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *