Kopdaran bareng Home Credit dan 5 cara mudah agar tidak boros

Seringkali kita menghabiskan banyak uang tanpa kita sadari dalam jumlah kecil, ibarat pepatah, “sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit”. Contohnya nih, beli jajan lewat onlen, mentang-mentang promo, belinya terus. Itu kalo dihitung-hitung, banyak juga kan yak. Padahal beli secukupnya juga udah selesai. Tapi namanya manusia selalu tidak akan pernah merasa puas. Ya, saya salah satunya.

Hari Sabtu kemarin, saya datang ke acara talkshow financial yang diadakan oleh Home Credit. Oh iya, Home Credit seperti yang kita ketahui adalah perusahaan pembiayaan multiguna berbasis teknologi yang menyediakan jasa pembiayaan untuk pembelian barang-barang elektronik seperti handphone, televisi, dan masih banyak yang lainnya.

Kembali lagi ke Talkshow tadi, Talkshow ini bertajuk: “CEO IN THE MAKING: Financial Tips to Transform Your Passion Into a Business” yang artinya sudah pasti teman-teman ketahui sendiri lah ya, gak perlu saya jelasin, bisa 4 SKS nanti. Nah, talkshow ini dihadiri oleh Christie Erin selaku Co-Founder dari Basha Market & Of Sorts dan Dipa Andika, selaku Financial Planner dan juga Co-Founder dari HAHAHA Corp. Selain itu juga ada mbak Freya Pradieta, VP Brand & Communication Home Credit Surabaya serta Arditya Erwandha seorang komika yang kali ini menjadi MC di talkshow kali ini.

How to transform your passion into Business?

Bagaimana cara mengubah passion dalam pekerjaan menjadi sebuah bisnis yang hebat? Inilah yang diutarakan pertama kali oleh mbak Christie Erin saat memulai Basha Market beberapa tahun lalu. Sebelum mendirikan Basha Market, Erin adalah pegawai di sebuah perusahaan. Dengan penghasilan tetap, bisa membuat terlena dengan zona nyaman. Tapi tidak berlaku bagi Erin. Dia percaya bahwa passion harus dikejar, sehingga dia resign dari perusahaan tersebut dan mendirikan Basha Market yang kini digelutinya sesuai dengan passion yang dia miliki.Begitu juga dengan Dipa Andika. Dulu juga karyawan di sebuah perusahaan yang kemudian bersama teman bisnisnya membangun sebuah manajemen yang menaungi para komika di Indonesia yang diberi nama HAHAHA Corp. Manteman pasti tahu lah ya, yang suka nonton standup apalagi.

Namun, jutaan orang tidak menyadari bahwa membangun bisnis yang sesuai dengan passion itu tidak semudah membalik telapak kaki, eh tangan. Christie Erin dan Dipa Andika jatuh bangun dalam membangun bisnisnya hingga bisa bertahan saat ini. Keduanya sepakat bahwa perlu memiliki dana cadangan yang bisa membackup saat mereka benar-benar serius membangun bisnis yang digeluti hingga sebesar sekarang ini.

Financial Goals dan Latte Factors.

Saat saya datang ke acara ini, saya diberikan selembar post it yang fungsinya untuk menuliskan apa financial goals kamu di masa depan. Jujur saja, saya bingung untuk nulis apa financial goals saya. Akhirnya saya pun menulis kan “Manut kalih Gusti Allah” yang artinya nurut sama Gusti Allah, apa yang diberikan olehNya, itu yang saya terima dan saya syukuri. Terlihat sangat sepele, namun setelah ditelaah, perlu adanya pengelolaan nikmat yang diberikan oleh Tuhan, jadi tidak serta merta habis begitu saja. Jangan mentang-mentang sudah dikasih, terus dihabiskan begitu saja. Tentu saja rejeki yang diberikan jika dikelola dengan baik, bisa menghasilkan yang baik pula.

Latte Factor

Dipa Andika menjelaskan, perlu adanya pencatatan untuk pengeluaran sehari-hari. Sebab dari situ, kita bisa melihat mana yang harus dijadikan prioritas, mana yang harus dikurangi. Selain itu, Dipa juga menjelaskan tentang Latte Factor. Latte factor mengacu pada pengeluaran kecil yang sifatnya rutin, tetapi sebenarnya tidak terlalu penting dan bisa ditiadakan. Istilah Latte Factor dicetuskan David Bach, seorang penulis sekaligus motivator keuangan di Amerika Serikat. Istilah latte ini diambil dari secangkir kopi. Menurutnya, kopi, adalah pengeluaran skala kecil yang jika dijumlahkan dalam sebulan, totalnya bisa lebih besar dari biaya listrik dan air. Apabila pengeluaran untuk latte factor ini bisa dikontrol dan diminimalkan, tentu ada potensi dana yang bisa ditabung atau bahkan diinvestasikan.

Berikut beberapa tips yang menarik berdasarkan hasil talkshow kemarin yang bisa dirangkum, yaitu:

1. Catat pengeluaran
Pengeluaran patutnya memang dicatat mengingat sekecil apapun pengeluaran itu akan menjadi besar nantinya. Sayang sekali jika hanya dibuat hal sepele.

2. Memiliki rekening terpisah
Rekening ini berfungsi untuk memisahkan pos-pos pengeluaran, agar tidak terganggu dengan pengeluaran lainnya dan bisa menjadi prioritas.

3. Memiliki Dana Darurat
Dana darurat sangat penting ya gaes. Apalagi kalau kita cuman pekerja biasa yang bergantung pada gaji dari kantor. Bisa lah ya disisihkan sedikit untuk dana darurat. Itu bisa diinvestasikan melalui Reksadana atau semacamnya. Tapi jangan semua, kita juga perlu punya dana darurat dalam bentuk cash. Jadi ya dibagi dua lah.

4. Punya Financial Goals
Kita harus punya tujuan hidup, saudara-saudara sekalian. Bahwasanya tujuan ke depan bisa membantu kita dalam memproyeksikan bagaimana dan apa yang harus kita lakukan. Prioritaskan Nanti Gimana bukan Gimana Nanti.

5. Support dari Partner
Partner disini adalah partner sehidup semati kita. Jika saling support, tentu saja akan semakin mudah dalam menjalankan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Selain itu, mungkin saja pemasukan bisa bertambah dan dana yang kita investasikan semakin bertambah pula.Mengutip dari Dipa Andika, bahwasanya Kaya adalah kemampuan kita untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita dapatkan, tetapi kita juga tetap bisa menjalankan sesuatu yang kita inginkan. Jika yang kamu mau ada di depan mata, maka bijaksana lah dalam mengelolanya.

Hits: 4

6 Replies to “Kopdaran bareng Home Credit dan 5 cara mudah agar tidak boros”

  1. Kalau ga bisa ngabisin duitmu, sini tak ewangi Dit. Soal mencatat, beres. Dijamin dibengkakkan, wkwkw. PR-ku tuh males nyatet. Kadang ya bingung opo sing arep dicatat. Kudu makaryo sing luwih cerdas dan bergairah muda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.