Manfaat Berinvestasi dengan Reksadana Syariah

Dengan jumlah penduduk yang beragama Islam paling banyak di dunia, Indonesia menjadi salah satu pasar paling potensial untuk produk-produk yang berbasis syariah. Terlihat dari animo masyarakat terhadap produk yang berbasis syariah. Salah satunya adalah investasi reksadana syariah.

Reksadana adalah produk investasi berupa kumpulan aset (portofolio) yang dikelola oleh manajer investasi. Aset reksadana itu sendiri mulai dari saham, obligasi, surat berharga, hingga deposito. Jika reksadana memiliki label syariah, maka aset atau efek yang diinvestasikan berbeda dengan reksadana konvensional. Selain itu, akad pembelian reksadananya juga beda.

Semisal, jika pada reksadana biasa maka investasi akan ditempatkan pada saham-saham atau aset sebagaimana mestinya. Tapi, pada reksadana syariah investasinya tidak ditempatkan di saham-saham yang berkaitan dengan jual-beli rokok, minuman keras, dan sejenisnya. Atau dengan kata lain, gak melanggar prinsip syariah itu sendiri. Jadi, jika labelnya syariah, maka aset atau efek yang diinvestasikan berbeda dengan reksadana konvensional.

Pada dasarnya, baik itu reksadana konvensional maupun reksadana syariah sama-sama dikelola oleh Manajer Investasi. Namun yang membedakan adalah pada reksadana syariah terdapat Dewan Pengawas Syariah yang bertujuan untuk mengawasi dan memberi arahan kepada manajer investasi untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh manajer investasi sesuai dengan aturan dan prinsip syariah.

Mengapa harus memilih berinvestasi di reksadana syariah?

Ada beberapa hal yang bisa menjadi alasan mengapa berinvestasi di reksadana syariah, yaitu:

  • Adanya DPS atau Dewan Pengawas Syariah. DPS adalah Dewan yang mengawasi, mengatur dan mengarahkan manajer investasi dalam mengelola dana investasi agar sesuai dengan aturan dan prinsip syariah itu sendiri. Jadi ketika aset tersebut diinvestasikan, maka investasinya tidak ditempatkan di saham-saham yang berkaitan dengan jual-beli rokok, minuman keras, dan sejenisnya. Sesuai dengan kaidah syariah.
  • Akad yang berbeda dengan reksadana konvensional. Di dalam investasi reksadana syariah, terdapat dua jenis akad, akad Wakalah dan akad Mudharabah. Akad Wakalah memiliki arti pelimpahan kekuasaan dari satu pihak ke pihak lainnya dalam hal-hal yang diperbolehkan untuk diwakilkan. Akad ini merupakan perjanjian antara investor (pemilik modal) dan MI. Lain halnya dengan akad Wakalah, akad Mudharabah berarti sebuah sistem yang mana satu pihak akan memberikan hartanya kepada orang lain untuk dikelola. Hasil dari pengelolaan harus dibagi untuk kedua belah pihak dan kerugian ditanggung oleh shahib maal sepanjang tidak ada kelalaian. Tentunya kedua belah pihak harus menentukan dan mematuhi syarat-syarat yang telah disepakati.
  • Adanya DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia) yang mengeluarkan fatwa kepada praktisi dan regulator untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai pedoman dalam tugas dan fungsinya. Fatwa ini dimuat pada No. 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana Syariah dan fatwa ini memperbolehkan kaum Muslim untuk berinvestasi pada reksadana syariah.
  • Adanya proses cleansing. Cleansing adalah sebuah proses “pembersihan” reksa dana syariah dari pendapatan yang sifatnya tidak memenuhi kaidah syariah. Masuknya pendapatan non-halal dalam pengelolaan reksa dana syariah adalah hal yang tidak terhindarkan. Biasanya dana hasil dari cleansing akan disumbangkan dalam kegiatan amal.

Cara Berinvestasi Reksadana Syariah

Cara berinvestasi reksadana syariah pun cukup mudah, sama dengan reksadana konvensional. Calon investor bisa langsung membeli ke manajer investasi seperti Manulife Asset Management atau biasa disebut MAMI. Syarat untuk menjadi Investor cukup dengan memiliki KTP dan rekening atas nama sendiri. Dengan dana awal cukup 100.000 Rupiah, sudah bisa menjadi investor reksadana syariah.

Apakah menguntungkan?

  1. Jika niat awal adalah untuk berinvestasi, berarti harus siap untuk jangka panjang. Dengan perencanaan investasi yang baik dan jangka waktu yang sesuai, reksa dana syariah dapat membantu masyarakat mencapai tujuan keuangan seperti memenuhi biaya kebutuhan haji, menyekolahkan anak, membayar DP Rumah dan menyiapkan dana pensiun.

One comment

  1. Munasyaroh says:

    Mulai sekarang sudah harus memiliki investasi, salah satunya adalah Reksadana Syariah ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.