Menjadi pendengar yang budiman.

Setiap kali saya kumpul, terkadang saya hanya diam saja, sesekali tersenyum dan tertawa tanpa bisa menanggapi apa yang dikatakan teman-teman saya. Hal tersebut terjadi ketika saya sudah terlalu lelah dengan semua ini pekerjaan yang saya lakukan, sehingga konsentrasi saya dalam mendengarkan menjadi kurang baik.

Bisa jadi saya merupakan pendengar yang baik, bukan mendengarkan dengan baik. Mendengar (hear) berbeda dengan mendengarkan (listen). Ketika saya mendengar, saya tidak memproses informasi secara penuh, hanya sekedar mendengarkan saja tanpa memberikan timbal balik yang sesuai, misal mendengarkan suara kicauan burung, suara klakson mobil atau suara desahan di balik pintu cockpit pesawat. Berbeda dengan mendengarkan (listen) yang bisa memberi arti dan timbal balik yang berkesinambungan dengan hal dimaksud oleh lawan bicara.

Proses mendengarkan itu penting, terutama bagi yang sedang ngobrol, kan ya gak mungkin ketika lagi ngobrol dan obrolannya asik, terus kita tertidur, bisa bisa kita disiram kuah pempek Palembang. Menjadi pendengar yang mendengarkan dengan baik, menurut saya tidaklah mudah. Perlu konsentrasi yang cukup, wawasan, dan pengendalian emosi agar bisa memberikan timbal balik dan memahami pesan yang diberikan lawan bicaranya. Sehingga, proses ngobrol bisa berlangsung sangat apik dan asik.

Mendengarkan juga perlu kesabaran, dalam artian kita memberikan waktu bagi lawan bicara untuk mengeluarkan segala uneg-unegnya, sehingga kita bisa mengetahui porsi kita untuk memberikan timbal balik.

Intinya, mendengarkan adalah salah satu bentuk komunikasi yang sangat bermanfaat. Orang senang sekali apabila pesannya yang ingin disampaikan dapat didengarkan oleh orang lain. Mendengarkan berguna untuk memupuk rasa bahwa kita menghargai lawan bicara kita.

Jadi, saya memang harus banyak-banyak buku biar tambah wawasannya, biar bisa mendengarkan teman sedang bicara dan bisa memberikan tanggapan yang bagus.

Nature gave people two ears, but only one tongue, which is a gentle hint that they should listen more than they talk”
(Keith Davis & John W. Newstrom)

2 comments

  1. Bang pesen pempeknya satu porsi, yang kapal selem sama kapal tanker yah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *