menunggu suara bedug di acara Bedug Asyiiik

Suara bedug adalah suara yang paling dinanti-nanti oleh banyak orang, terutama suara bedug maghrib. tentu saja, suara tersebut merupakan awal penanda bagi kita untuk berbuka puasa. minum dulu. Seperti hari Sabtu kemarin, saya nunggu suara bedug Maghrib di kota Jombang, yaa selain nunggu bedug maghrib, saya juga sedang berjalan-jalan berkunjung ke kota itu.

Klenteng Hong San Kiong

Klenteng Hong San Kiong-Kong Tik Tjun Ong

Yayasan Po Tee Hie

Yayasan Po Tee Hie

dalamnya Klenteng Hong San Kiong

dalamnya Klenteng Hong San Kiong

Pagoda di dalam Klenteng Hong San Kiong

Pagoda di dalam Klenteng Hong San Kiong

Tempat pagelaran wayang potehi

Tempat pagelaran wayang potehi

Tujuan awal di Kota Jombang adalah berkunjung ke Klenteng Hong San Kiong-Kong Tik Tjun Ong. Letak Klenteng ini terdapat di pertigaan antara Blimbing, Kediri, Jombang. di Klenteng tersebut juga terdapat yayasan Po Tee Hie, yayasan yang membuat wayang Po Tee Hie atau Potehi.

Sedikit cerita nih, Wayang Potehi merupakan salah satu jenis wayang khas Tionghoa yang berasal dari Tiongkok bagian selatan. Kesenian ini dibawa oleh perantau etnis Tionghoa ke berbagai wilayah Nusantara pada masa lampau dan telah menjadi salah satu jenis kesenian tradisional Indonesia. Potehi berasal dari kata pou 布 (kain), te 袋 (kantong) dan hi 戯 (wayang). Wayang Potehi adalah wayang boneka yang terbuat dari kain. Sang dalang akan memasukkan tangan mereka ke dalam kain tersebut dan memainkannya layaknya wayang jenis lain. Kesenian ini sudah berumur sekitar 3.000 tahun dan berasal dari Tiongkok [Wikipedia].

Salah satu contoh Wayang Potehi

Salah satu contoh Wayang Potehi

Wayang Po Tee Hie dimainkan dengan cara memasukkan tangan sang dalang dan asistennya ke dalam sarung yang berbentuk boneka cina tersebut. Satu set permainan wayang po tee hie terdiri dari 5 orang dan 1 dalang. Alat musik yang digunakan antara lain Tambur = Kendang, Terompet dan Yanna, Gembreng, Kong Ah Yan (Yanna yang lebih besar), dan Kecer terdiri dari satu pasang besar dan kecil serta suling. Kekhasan dari pertunjukkan wayang poo tee hie dapat dilihat dari alat musik yang digunakan karena suara yang dihasilkan juga berbeda dengan suara alat musik Indonesia lainnya.

Menurut Pak Toni Harsono, (memiliki nama Tionghoa Tok Hok Lay) yang merupakan ketua yayasan Po Tee Hie, cerita yang diangkat dalam pertunjukkan wayang poo tee hie adalah cerita nyata atau asli Cina pada zaman kerajaan. Sedangkan cerita seperti yang ditayangkan di televisi seperti kerasakti, ada beberapa tambahan unsur fiktif yang berfungsi untuk menarik perhatian penonton.

Setelah setengah puas karena belum menonton pertunjukan wayang potehi berkunjung ke Klenteng Hong San Kiong, acara berlanjut ke Lapangan Belimbing yang terletak di Gudo. Acara ini lain dan tidak bukan adalah acara Bedug Asyiiik, salah satu kompetisi seni tabuh bedug yang menyajikan beragam irama dan cara menabuh bedug di beberapa daerah Indonesia.

wpid-img_20150627_144452.jpg

Bedug Asyiiik 2015

Bedug Asyiiik yang diadakan di Gudo, Jombang ini merupakan salah satu format rangkaian kompetisi seni tabuh yang merangkul komunitas lokal di 14 kota di Indonesia termasuk Cirebon dan Semarang sepanjang Juni hingga Agustus 2015. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan talenta orang-orang yang memiliki minat terhadap alat musik yang berasal dari Tiongkok dan India ini.

Selain Bedug Asyiiik, tentunya juga terdapat banyak sekali stand-stand yang menemani kawula-kawula muda Jombang yang menunggu suara bedug maghrib tiba. Salah satu stand yang terkenal dan termahsyur dan kekinian adalah Stand Cincin Batu Akik. Iya, Cincin Batu Akik yang saat ini sedang fenomenal dikalangan Kawula-Kawula muda dan para pria berusia dewasa.

wpid-img_20150627_144403.jpg

Stand Akik A.K.A Pojok Akik

Pojok Akik (credit to: http://yuniarinukti.com)

Selain stand Cincin Batu Akik, juga terdapat stand Pojok Kedai Asyiiik yang merupakan tempat berbuka puasa dengan harga murah meriah bagi para pengunjung. Juga ada Arena Asyiiik yang berisikan berbagai macam permainan yang seru nan menyenangkan. Di dalam Arena Asyiiik terdapat 3 macam permainan, diantaranya Tap-Tap Bedug, permainan yang mengasah kemampuan motorik dalam memukul bedug sesuai yang ditampilkan di layar, ya 11/12 lah sama game tap dance di mall, bedanya ini pake bedug.

Game Tap-Tap Bedug (credit to:http://yuniarinukti.com)

Ada juga game Labirin Asyiiik, game sederhana yang menggunakan patung mainan dengan magnet dibawahnya. Game ini mengadu kecepatan dalam menggeser patung ke ruang tengah dengan menggunakan magnet dibawahnya.

Labirin Asyik (credit to: http://yuniarinukti.com)

Ada lagi game Mobil Asyik, yaitu game yang mengharuskan kita untuk mengikuti alur yang telah dibuat dari besi bermagnet menggunakan tongkat besi pula, sehingga jika kena alur besi tersebut, maka akan keluar suara alarm yang menandakan bahwa kita kalah yaelah, kalah mulu….

Game Mobil Asyik (credit to: http://yuniarinukti.com)

Mengenai Bedug Asyiiik kali ini, seorang pengamat seni dan budaya, Joko Gombloh, mengatakan:

“Dalam sejarahnya, salah satu fungsi bedug adalah sebagai penanda berkumpulnya sekelompok masyarakat untuk berbagai upacara atau perayaan. Hal itu pula yang dirayakan melalui Bedug Asyiiik 2015 kali ini, sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia yang suka berkumpul atau guyub. Sesuai dengan semangat pertemanan yang diangkat Sampoerna Kretek pada tahun ini, seluruh peserta kompetisi di Bedug Asyiiik 2015 mendapat kesempatan untuk mengekspresikan semangat pertemanan mereka melalui tabuhan bedug yang mereka ciptakan bersama.”

1. Ngobrol Asyiiik Gombloh & Komunitas

Joko S. Gombloh, pengamat seni dan budaya Indonesia berpose setelah ngobrol asyiiik dengan Suhaib (kiri) dan M. Machrus (kanan), dua orang penggiat seni perkusi Jombang

Tentu saja, Bedug Asyiiik dengan semangat pertemanan ini bisa mempererat tali silaturahmi antara sesama penabuh bedug profesional di kota masing-masing untuk menabuh semangat berteman yang asyik ke seluruh penjuru kota. Di Bedug Asyiiik ini, mereka berkolaborasi dengan Tim Rampak Bedug Jajan Pasar Surabaya.

6. Peserta Bedug Asyiiik dan Rampak Bedug Jajan Pasar

Kolaborasi musikal antara para finalis kompetisi Bedug Asyiiik dengan Tim Rampak Bedug Jajan Pasar Surabaya

wpid-dsc_0064.jpg

Tim Rampak Bedug Jajan Pasar Surabaya

Tim Rampak Bedug Jajan Pasar Surabaya

Tim Rampak Bedug Jajan Pasar Surabaya

Selain penampilan kolaborasi musikal, juga ada yang tidak kalah heboh, yaitu grup band Five Minutes. Grup band yang telah ditunggu oleh Fivers-Fivers (sebutan fans Five Minutes) yang telah memenuhi lapangan. Baru kali ini saya melihat fans-fans yang luar biasa mendukung grup band favoritnya, terasa sekali euforia di bawah panggung. Apalagi ketika membawakan lagu-lagu andalan mereka untuk mengajak seluruh pengunjung -terutama Fivers- bersama. Sebelum tampil, Five Minutes menyempatkan ngobrol asyiiik dan bercerita mengenai pertemanan mereka serta pengalaman salah satu personilnya yang pernah menjadi salah satu penabuh bedug di masa kecilnya. Mungkin akibat menabuh bedug itu, salah satu personil Five Minutes bisa dikenal saat ini apasih.

Sungguh, bulan Ramadhan kali ini terasa bagi saya yang jarang jalan-jalan ini sangat menyenangkan. Sudah diajak jalan-jalan berkunjung ke Klenteng Hong San Kiong yang ternyata museum wayang Potehi terbesar, ngabuburit asyik, ketemu grup band papan atas pula. Semoga acara Bedug Asyiiik ini selalu dan selalu bisa menumbuhkan rasa semangat pertemanan bagi siapa saja. Para pengunjung, para pecinta batu akik, para crew, Fivers dan juga saya sendiri dan teman-teman.

2 comments

  1. diandra says:

    Waaaah…kayaknya seru dan asyik banget acaranya mas. ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *