Tari Reog ala anggota Polres Ponorogo

Acara pembukaan napak tilas perjuangan komjen Pol. H. M. Jasin di Madiun kemarin, selain mementaskan pagelaran seni selain paduan suara, drum band dan pencak silat, juga mementaskan salah satu budaya lokal hasil binaan dari Polres Ponorogo yaitu Reog Ponorogo Manggala Bhayangkara.

Reog ini bukan reog yang pada umumnya dimainkan oleh masyarakat umum, melainkan oleh polisi polres ponorogo…nahloh! dan reog inilah yang membuat saya sedikit penasaran.

Polisi yang identik dengan kata serem, galak, ya walaupun beberapa akhir ini lebih identik dengan kata ganteng dan cantik karena kejadian Bom Sarinah kemarin dan juga hashtag #PolwanTime di media sosial tentunya, ternyata bisa juga memainkan peran reog dengan apik. Kemudian saya pun mencari artikel atau berita dengan kata kunci Reog Manggala Bhayangkara, ternyata saya tidak menemukan berita maupun artikel apapun, sungguh disayangkan. Saya pun mencari di Instagram dengan kata kunci yang sama, eh ketemu deh sama anggota yang ikutan nari Reog kemaren
image

Kemudian saya berinisiatif untuk mewawancara mbak polwan tersebut via Instagram Direct Message.

#reogponorogo#polri#peringatanpejuangpolri#napaktilas

A post shared by Briyan Wisnu Priatmaja (@briyanpriatmaja) on

#reogponorogo

A post shared by Briyan Wisnu Priatmaja (@briyanpriatmaja) on


Tim Reog Manggala Bhayangkara yang dipimpin oleh Kabagsumda (Kepala Bagian Sumber Daya) Asih Dwi.Y yang langsung berada dibawah pembinaan Kapolres Ponorogo AKBP Ricky Purnama, SI.IK, M.H berdiri pada tanggal 11 Februari 2015, dengan alasan bahwa sebelumnya belum memiliki nama resmi. Tapi walaupun demikian, Tim reog Manggala Bhayangkara ini selalu tampil di setiap acara-acara yang berkaitan dengan Polres Ponorogo.

Mbak Ragil, Polwan yang saya wawancara, dia masuk di Tim Reog Manggala Bhayangkara ketika mulai bergabung di Polres Ponorogo. Mbak Ragil memiliki motivasi tersendiri ketika bergabung dengan Reog Manggala Bhayangkara ini. Selain untuk melestarikan budaya seni Ponorogo, juga ingin memberikan kesan bahwa polisi selain sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, polisi juga bisa menghibur masyarakat dengan seni tari Reog Ponorogo ini.

Ada hal yang menarik di Tim Reog ini. Biasanya para pemain Reog menggunakan pakaian khas penari Reog, tapi tidak dengan Tim satu ini. Mereka menggunakan pakaian dinas pada saat tampil di depan umum. Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa mengetahui bahwa polisi tidak hanya sebagai aparatur negara, melainkan juga bisa memainkan tari reog ini dengan apik.

Mbak Ragil juga menambahkan bahwa dirinya akan terus ikut bergabung di dalam tim Seni tari Reog ini. Menurutnya, ini adalah salah satu hal yang bisa dilakukan dalam melestarikan budaya lokal agar tidak ada klaim-klaim lagi oleh orang lain di masa depan.

Semoga dengan adanya Tim Reog Manggala Bhayangkara ini, kepolisian dan juga masyarakat bisa turut andil dalam melestarikan budaya asli Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *